cara tune up mesin efi km 20.000
Sabtu, 06 februari 2015
perawatan mesin efi
PERAWATAN MESIN EFI KM 20.000
3.1.1 Langkah awal
Siapkan alat-alat yang akan dipakai untuk tune up dan cek peralatan tersebut, alt yang di gunakan diantaranya sebagai berikut :
1. Kunci 10 dan Kunci 14
2. Kunci busy, hmplas dan sikat kawat
3. Feeler gauge
4. Obeng ketok dan lap bersih
5. Carburraator Cleaner (CC)
6. Multimetrer
7. Kompresor (angin)
8. Engine Analizer
3.1.2 Cara Tune Up Engine EFI XENIA pada KM 20.000
Adapun komponen-komponen yang di tune up dalam mesin EFI (Electronic fuel injection) yaitu sebagai berikut :
1. Air Cleaner(AC) atau air box
Bersihkan
AC menggunakan kompresor (angin) agar AC tetap dalam keadaan bersih,
sehingga udara yang masuk kedalam ruang pembakaran bersama bahan bakar
tetap bersih.
2. Koil dan Kabel Tegangan
Biasanya
didalam mesi EFI (Electronic Fuel Injection) koil dan kabel tegangan
sudah dirangkai menjadi satu komponen. Jadi pemeriksaan koil dan kabel
tegangan di cek secara bersamaan menggunakan multimeter, hal ini
dilakukan agar mengetahui koil masih efisien atau tidak.
Cara
pemriksaannya, hubungan multi meter dengan koil dan kabel tegangannya,
ketika multimeter di hubungkan pada koil dan kabel tegangan maka jarum
pada multimeter akan menunjukan angka 50, 50 tersebut menyatakan 50
ampere. Hal tersebut menujukan bahwa koildan kabel tegangan masih
efisien, namun jika jarum pada multimeter menunjukan kurang atau lebih
dari 50, maka koil dan kabel tegangan menujukan tidak efisien.
3. Busi
Biasanya
pada busi tidak hanya di bersihkan tetapi juga bisa di ganti dengan
yang baru tergantung kepada keadaan busi masih bagus atau tidak. Namun
biasanya penggantain busi sering dilakukan pada KM 20.000. jadi jika
keaadaan busi masih bagus bersihkan busi menggunakan hamplas atau sikat
kawat. Dan stel celah busi menggunakan feeler gauge untuk mendapatkan
keakuratan.
Cara menunjukan busi bagus atau tidak, hal tersebut dapat
diliat dengan kasat mata jika, yaitu jika elektroda masanya sudah
menipis.
4. Trottole Body dan Idle Speed Control (ISC)
Bersihkan
trottole body dan ISC menggunakan Carburrator Cleaner dan bersihkan
pembersih yang nmenempel pada Trottole body dan ISC menggunakan lap yang
bersih. Hal ini bertujuan agar ktika bahan bakar dan udara menyatu
tidak ada debu yan terbawa kedalam ruang pembakaran. Dan agar tidak
melenceng dalam mengatur rpm karena Isc berfungsi untuk mengatur rpm.
5. Fuel Filter (FF)
Bersihkan
FF dengan menyemprot lubang masuk atau keluar bahan bakar dari FF
menggunakan kompresor (angin). Hal ini dilakukan agar FF berfungsi
dengan baik, sehingga tidak ada penyumbatan dalam FF atau pun terbawa
nya debu keruang pembakran.
6. Oli (pelumas)
Ganti oli yang sudah lama dengan yang baru agar tidak terjadi ke ausan pada mesin, sehingga langkah kompresi tetap stabil.
Agar
mesin tetap nyaman dan tidak cepat aus maka penggantian oli ini harus
dilkukan secara berkala. Sehingga kstbilan dan suhu pada ruang
pembakaran tetap terjaga.
7. Uji Emisi
Terakhir lakukan Uji Emisi, untuk melakukan Uji Emisi gunkan alat Egine Analizer.
Hal
ini dilakukan auntuk mengetahui proses pembakaran pada mesin, apakah
sudah efisien atau tidak, CO (karbonmonoksida)ideal berkisar di bawah 1
persen.
Jika alat tersebut menunjukan dibawah 1 persen maka CO pada
proses pembakaran masih efisien, namun jika alat tersebut menujukan
hasil di atas 1 persen maka proses pembakaran tersebut sudah tidak
efisien, biasanya harus dilakukan service pada sistem bahan bakar.
3.1.3 Langkah Akhir
Setelah
selesai melaksanakan tune up, agar tercipta kesejahteraan, keselamatan,
dan keamanan kerja baik untuk mekanik ataupun peralatan. Maka langkah
terakhir yaitu bereskan (rapihkan) dan simpan kembali alat-alat yang
sudah di gunakan ketempat penympanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar